STMIK Pontianak

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak yang lazim disingkat “STMIK Pontianak”,didirikan dan

diselenggarakan oleh Yayasan Harapan Bersama.

Pada awalnya maksud dan tujuan Yayasan Harapan Bersama yang dibentuk berdasarkan Akta Notaris Theresia Yustina

Ariany,SH. Nomor 35 tanggal 17 April 1985 itu, adalah untuk menyelenggarakan pendidikan non formal, berupa kursus-kursus

dan pendidikan keahlian lainnya. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya timbul gagasan dari para pendiri Yayasan untuk

menyelenggarakan pendidikan formal, yaitu dengan mendirikan suatu perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat ini. Ide

menyelenggarakan pendidikan yang sifatnya formal tersebut tertuang dalam Akta Notaris Tommy Tjoa Keng Liet,SH.

Nomor 123 tanggal 13 September 1990.

Dalam upaya Yayasan Harapan Bersama untuk mewujudkan hal tersebut diatas, maka jauh sebelum dibentuknya Yayasan,

yaitu dalam tahun 1979, para pengambil inisiatif sebagai perintis jalan, telah bekerja keras, antara lain mempelajari

kemungkinan-kemungkinan untuk itu, mendengarkan pendapat dan saran, mengadakan penjajakan dan pendekatan serta

meminta petunjuk kepada pejabat atau pihak-pihak yang berkompeten di Daerah dan di Pusat Departemen DIKBUD.

Akhirnya oleh Yayasan Harapan Bersama didirikanlah Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak, lazim

disingkat dengan “AMIK Pontianak” , yang berdasarkan keputusan MENDIKBUD Nomor 0413/O/1991 tanggal 3 Juli 1991,

diberikan status terdaftar untuk jurusan Manajemen Informatika.

Selanjutnya mengingatkan perkembangan teknologi inforasi yang begitu pesat, sedangkan pada waktu ini kebutuhan akan

tenaga informatika dan komputer di Kalimantan Barat masih terasa kurang, maka untuk mengatasi keadaan ini, terlebih dalam

memasuki era globalisasi yang akan datang, maka oleh para pendiri Yayasan diupayakan untuk meningkatkan bentuk

perguruan tinggi dari “Akademi” menjadi “Sekolah Tinggi”, dengan perkataan lain, “AMIK Pontianak” ditingkat kan

bentuknya menjadi “STMIK Pontianak”.

Keinginan dan upaya para pendiri Yayasan ini menjadi kenyataan, yaitu dengan diterbitkannya Keputusan MENDIKBUD

Nomor 07/D/O/1994 tanggal 3 Februari 1994 yang se lain mentapkan perubahan bentuk dari AMIK Pontianak menjadi STMIK

Pontianak, juga menetapkan pemberian Status Terdaftar bagi jurusan pada STMIK Pontianak ini, yaitu jurusan Manajemen

informatika dan jurusan Teknik informatika masing-masing untuk jenjang D III dan S 1.

Sampai dengan waktu ini STMIK Pontianak menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika untuk jenjang D III dan S 1,

sedangkan jurusan Teknik Informatika untuk jenjang S 1.


W cape…..

w cape…………

w cape…………

w cape…………

Hikz..Hikz… :((

First Day

Hari pertama kuliah rasanya bingung banget yah, apalagi ditempat yang sudah tak asing dilihat.Sibuk banget belum masuk kuliah. Pagi-pagi dateng ngasih foto yang pke almamater biru dari stmik,Trus harus minta tandatangan bu nina yaitu guru pembimbing w yang ada diperpustakaan untuk KRS w.eh! w kira dah selesai pas w mau kasih ke akademik ada satu kertas pink yang belum di ttd ma dia, duh…Cape deh w balik lagi ke perpustakaan, nunggu lagi..nunggu lagi…akhirnya KRS(kartu rencana studi) w selesai.

Trus balik lagi deh w ke perpustakaan minjam modul tuk di foto copy, w pinjam modul Pengantar teknologi Informasi, ada sih tapi karna berhubung w belum punya KTm(kartu tanda mahasiswa) yah terpaksa harus tinggalin KTP. Masalahnya tambah berrat nih…Waduhh!!! w kan belum punya KTP,gimana Nih?? akhirnya temen w yang baik hati minjemin KTPnya yaitu Erna tinggalnya di Sungai Raya dis turunan Cina gitu deh, dah itu dibayarin lagi foto copynya.Makasih yah Erna…..Jadi seh w pinjam buku Pengantar Teknologi Informasinya

Tapi…sebenernya banyak yang w cari modulnya, tapi karana duit w pas-pasan terpaksa deh w cicil dulu,Coz bapak w belum kirimin uang dari pertama w pindah ampe karang,kecuali uang masuk sekolah.w butuh modul Perancangan Website,Multimedia,Algoritma dan Pemrograman,Pendidikan Agama dll.

Sebenernya w bingung klo sendirian gak ada temenya,w harus gimana yah???

Sore hari w masuk kuliah, 1 kelas ada sekitar 20-24 orang.cowonya banyak banget, cewenya cuma 3 orang.w,nadia salim(ncek) ma sri rahayu(ncek juga) wah w doank indonesian face girlnya dikelas.Trus pas istirahat w liat pengumuman pesantren kilat tgl 20-21 september(wajib ga ya???) mana pake nginep lagi,ntar klo w gak ikut,w takut dimarahin ma anak BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa).dari jadwal acaranya sich seru tapi…w harus ikut ma sapa yah??si dewi dah gak sekelas beda jurusan pula….hu…hu….

Ah bodo amat deh mikirinya masih nanti2 kok.Pas jam ke-2 bu Eka ngasih tugas Perancangan Website lumayan w bisa karna sebelumnya di Tb w dah coba alias bisa seiprit2.Duh..akhirnya pulang juga jam 1/2 9 w ampe rumah gak gitu cape juga karan dket kampus ma sekolah w lagi pula w bawa motor Paman Fathur(paman w yang baik hati).laper…… pengen makan,tapi lagi males makan nasi akhirnya w beli sotong pangkong.mm…enak

Dah selesai w malah nafsu makan nasi,makan lagi deh w.Dah malam,w nunggu2 agung tlpn w tapi gak tlp2 jga ampe jam 1/2 12.dah lupa kali dia ma w dah 3 hari dia gak kabarin w.

LoST…

Langit menjadi lain

Bumi yang ku injak pun terasa berbeda

Tak sadar jika aku telah berada ditempat lain yang begitu jauh

Terpisah diriku dengan cinta-cintaku

Hanya kupu-kupu kenangan yang selalu mengikuti selama ini

Menemaniku,mengajakku tersenyum mengingat hal yang tlah lalu

Hujanpun datang kebumi terus menerus

Membasahi rambutku,wajahku,tubuhku hingga ujung kakiku

Serasa inilah caranya aku untuk membersihkan racun tubuhku

Berjalan-berjalan dan terusku berjalan mengikuti semua

Semua keinginan yang tak pernah aku inginkan

Hatiku begitu tersiksa tapi inilah caranya

Hanya cara inilah satu satunya…………..

Mudah-mudahan esok akan lebih baik bagiku

STOP!!!!

Ingat satu hal

Aku tak pernah menyadari kalau aku telah salah selama ini

Aku pikir setiap tindakanku adalah kebenaran yang pasti

Tapi itu SALAH BESSARR!!!!!

Itulah kebodohan w selama ini, atau mungkin meng itu sifat w, mudah terpengaruh

Hilang hari2 w selama ini…………

hari2 yang seharusnya bisa w manfaatin dengan baik tanpa satu kesalahan pun

3 tahun w salah, gimana w harus tebus dosa w

Sekarang racunnya dah gak bisa hilang dari w

W benci ma diri w……..

Cari sehat susah tau…..

Gini deh klo dah males…..

Pengen sehat jadi susah… kayanya ada setan males dlam diri w

walaupun da ditegur “ayo olahraga!!” dalam hati sc….

tapi males jalaninnya.he…he..he..

walaupun di ajak teman sekalipun tetap aja males…

habis gimana yach…… rumahku jalannya turun naik d kaya pegunungan

lagi pula males klo buang2 waktu

Skrg bru tau rasa deh skit kaya gini….

disuruh dokter makan yg banyak, olahraga tetep aje MALAS

Sorry dokter…….

Bijak Gunakan Antibiotik

“Kenapa sih, obat antibiotik ini harus tetap diminum? Kan aku sudah sembuh?” kata Hendri pada istrinya. Keluhan seperti itu memang kerap telontar. “Makan obat ‘kan nggak enak,” ujar teman lain.

Akhirnya antiobiotik pun tak dihabiskan. Padahal, bila tidak dihabiskan, kata Dr. Marc Miravitlles, MD, dalam pertemuan dengan wartawan di Singapura beberapa pekan lalu, akan menimbulkan resistensi. Bakteri penyebab infeksi akan makin kebal. Obat (antibiotik) pun harus diganti, dengan dosis yang lebih besar, berkekuatan lebih hebat.

Dokter spesialis dada (paru) asal Spanyol ini menjelaskan, “Sekurang-kurangnya butuh waktu lima sampai tujuh hari buat mematikan bakteri. Obat diminum sehari sekali.”

Dr. Latre Buntaran, Sp.MK, mengingatkan antibiotik itu seperti pisau bermata dua, bakteri bisa mati atau sebaliknya mengganggu keseimbangan flora bakteri. Karena itu, Anda tidak bisa main-main dengan obat ini.
Sayang, dalam beberapa kasus, masih banyak dari kita yang berupaya mengobati diri sendiri.

Ambil contoh Wawan. Flu dan batuk yang tidak jera-jeranya menghantam membuatnya kalang kabut hingga dua minggu.

Karena bingung harus diapakan, sementara obat yang dibelinya di warung tidak mempan, antibiotiklah yang dibelinya. “Apotek mau memberikan, kok, meski tanpa resep dokter,” tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini. Dan dalam waktu sehari saja, batuk lenyap dan flu pun sirna. Karena merasa sudah sembuh, antibiotik yang masih tersisa tidak disentuhnya lagi.

Kebiasaan Berbahaya
Kebiasaan seperti ini dianggap berbahaya. Dr. Marc mengakui bahwa tidak setiap dokter memahami setiap jenis infeksi yang terjadi. Kadang dokter menyamaratakan kasus, satu jenis antibiotik digunakan untuk semua jenis infeksi.

Nah, bila dokter saja kerap keliru dan harus memeriksa dengan tepat apa penyebab infeksi, orang awam yang tidak tahu menahu soal infeksi tentu saja tidak selayaknya menentukan sendiri antibiotik yang digunakannya.

Karena itu, dalam memberikan antibiotik, tambah Latre, dokter harus mencari indikasi yang tepat. Keputusan pengobatan yang diambil berdasar keadaan klinis. Contohnya, situasi gawat pada pasien berat dan perlu pengobatan segera seperti pada kasus meningitis, infeksi akibat keracunan.

Keadaan lain, pasien sedang menderita infeksi setempat dan pengobatan harus diberikan dalam waktu 2 jam seperti pada kasus pneumonia, infeksi saluran kemih, atau infeksi saluran empedu. Demikian juga infeksi bakterial yang tidak dapat sembuh sendiri. Sementara menunggu hasil laboratorium, dokter perlu segera memberi pengobatan dengan antibiotik.

“Kebiasaan mengobati sendiri seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di negara lain seperti negara saya, Spanyol, juga demikian,” kata Marc. Yang harus kita pahami, lanjutnya, setiap jenis infeksi disebabkan bakteri tertentu yang berbeda satu sama lain. Tidak semua antibiotik bisa membunuh setiap kuman. Artinya tidak semua jenis infeksi bisa diatasi dengan antibiotik yang sama.

Berkoloni dan Beracun
Pada manusia, antibiotik biasa digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri seperti infeksi mata, kulit, keracunan makanan, pneumonia, meningitis. Antibiotik juga penting untuk perawatan infeksi yang kompleks akibat prosedur medis seperti bedah, terapi kanker, dan transplantasi organ.

Antibiotik termasuk kategori obat yang disebut “antimikrobial”, contohnya penisilin, tetracycline, dan amoxicilin. Obat-obat ini digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri tanpa menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh.

Bahayanya, jika bakteri mampu melawan obat-obat ini, mereka akan berkoloni dan mengeluarkan racun serta memperbanyak diri dalam tubuh.

Secara tradisional, antibiotik dibuat dari komponen alami. Banyak organisme termasuk jamur memproduksi substansi yang dapat menghancurkan bakteri penyebab infeksi. Penisilin misalnya, terbuat dari jamur.
Saat ini antibiotik seperti fluoroquinolones sudah bisa dibuat secara sintetis.

Tidak heran bila sekarang tersedia ratusan jenisnya. Tak seperti dulu, ketika jenis antibiotik masih bisa dihitung dengan jari. @ Abdi Susanto