25 JAMES WATT 1736-1819

 

James Watt, orang Skotlandia yang sering dihubungkan dengan penemu mesin uap, adalah tokoh kunci Revolusi Industri.

 

Sebenarnya, Watt bukanlah orang pertama yang membikin mesin uap. Rancangan serupa disusun pula oleh Hero dari Iskandariah pada awal tahun Masehi. Di tahun 1686 Thomas Savery membikin paten sebuah mesin uap yang digunakan untuk memompa air, dan di tahun 1712, seorang Inggris Thomas Newcomen, membikin pula paten barang serupa dengan versi yang lebih sempurna, namun mesin ciptaan Newcomen masih bermutu rendah dan kurang efisien, hanya bisa digunakan untuk pompa air dari tambang batubara.

 

Watt menjadi tertarik dengan ihwal mesin uap di tahun 1764 tatkala dia sedang membetulkan mesin ciptaan Newcomen. Meskipun Watt cuma peroleh pendidikan setahun sebagai tukang pembuat perkakas, tetapi dia punya bakat pencipta yang besar. Penyempurnaan-penyempurnaan yang dilakukannya terhadap mesin bikinan Newcomen begitu penting, sehingga layaklah menganggap sesungguhnya Wattlah pencipta pertama mesin uap yang praktis.

 

Keberhasilan Watt pertama yang dipatenkannya di tahun 1769 adalah penambahan ruang terpisah yang diperkokoh. Dia juga membikin isolasi pemisah untuk mencegah menghilangnya panas pada silinder uap, dan di tahun 1782 dia menemukan mesin ganda. Dengan beberapa perbaikan kecil, pembaruan ini menghasilan peningkatan efisiensi mesin uap dengan empat kali lipat atau lebih. Dalam praktek, peningkatan efisiensi ini memang merupakan hasil dari suatu kecerdasan namun tidaklah begitu merupakan peralatan yang bermanfaat dan bukan pula punya kegunaan luar biasa ditilik dari sudut industri.

 

Watt juga menemukan (di tahun 1781) seperangkat gerigi untuk mengubah gerak balik mesin sehingga menjadi gerak berputar. Alat ini meningkatkan secara besar-besaran penggunaan mesin uap. Watt juga berhasil menciptakan pengontrol gaya gerak melingkar otomatis (tahun 1788), yang menyebabkan kecepatan mesin dapat secara otomatis diawasi. Juga menciptakan alat pengukur bertekanan (tahun 1790), alat penghitung kecepatan, alat petunjuk dan alat pengontrol uap sebagai tambahan perbaikan lain-lain peralatan.

 

Watt sendiri tidak punya bakat bisnis. Tetapi, di tahun 1775 dia melakukan persekutuan dengan Matthew Boulton, seorang insinyur, dan seorang pengusaha yang cekatan. Selama dua puluh lima tahun sesudah itu, perusahaan Watt dan Boulton memproduksi sejumlah besar mesin uap dan keduanya menjadi kaya raya.

 

Mesin uap bekerja ganda penemuan Watt tahun 1769

 

Memang sulit melebih-lebihkan arti penting mesin uap. Sebab, memang banyak penemuan-penemuan lain yang memegang peranan penting mendorong berkembangnya Revolusi Industri. Misalnya, perkembangan dunia tambang, metalurgi, dan macam-macam peralatan mesin. Sekoci yang meluncur bolak-balik dalam mesin tenun (penemuan John Kay tahun 1733), atau alat pintal (penemuan James Hargreaves tahun 1764) semuanya terjadi mendahului kreasi Watt. Sebagian terbesar dari penemuan-penemuan itu hanyalah merupakan penyempurnaan yang kurang berarti dan tak satu pun punya arti vital dalam kaitan dengan bermulanya Revolusi Industri. Lain halnya dengan penemuan mesin uap yang memainkan peranan penting dalam Revolusi Industri, yang tampaknya keadaan akan mengalami bentuk lain. Sebelumnya, meskipun tenaga uap digunakan untuk kincir angin dan putaran air, sumber pokok tenaga mesin terletak pada tenaga manusia. Faktor ini amat membatasi kapasitas produksi industri. Berkat penemuan mesin uap, keterbatasan ini tersingkirkan. Sejumlah besar energi kini dapat disalurkan untuk hal-hal yang produktif yang menanjak dengan teramat derasnya. Embargo minyak tahun 1973 membuat kita sadar betapa sengsaranya jika bahan energi berkurang dan mampu melumpuhkan industri. Pengalaman ini, pada tingkat tertentu, mendorong kita membayangkan arti penting Revolusi Industri berkat penemuan James Watt.

 

Di samping manfaat tenaga untuk pabrik, mesin uap juga punya guna besar di bidang-bidang lain. Di tahun 1783, Marquis de Jouffroy di Abbans berhasil menggunakan mesin uap untuk penggerak kapal. Di tahun 1804, Richard Trevithick menciptakan lokomotif uap pertama. Tak satu pun dari model-model pemula itu berhasil secara komersial. Dalam tempo beberapa puluh tahun, barulah baik kapal maupun kereta api menghasilkan revolusi baik di bidang pengangkutan darat maupun laut.

 

Revolusi Industri berlangsung hampir berbarengan dengan Revolusi Amerika maupun Perancis. Meskipun waktu itu tampaknya sepele, kini tampak jelas betapa Revolusi Industri itu seakan digariskan mempunyai makna jauh lebih penting untuk peri kehidupan manusia ketimbang arti penting revolusi politik. James Watt, oleh sebab itu tergolong salah seorang yang punya pengaruh penting dalam sejarah.

 


Alessandro Volta

Alessandro Volta adalah ahli fisika Italia, ahli kimia, pangeran, guru besar, pengarang; penemu elemen, batere atau tumpukan Volta (1800); pe-nemu kondensator, eudimeter, pistol listrik, dan lampu udara. Ia memperbaiki elektroforus (1777) dan elektroskop. Ia menemukan dan mengisolir gas metan (1778). Ia lahir di Como, Lombardia Italia tanggal 18 Februari 1745 dan meninggal di Como juga tahun 1827 pada umur 82 tahun. Volta anak orang bangsawan. Saudara sekandungnya ada 9 orang. Semuanya masuk biara, kecuali Volta. Waktu kecil Volta baru dapat bicara pada umur 4 tahun, hingga keluarganya mengira Volta anak yang terbelakang. Tapi setelah besar ia dapat menandingi sebayanya. Umur 14 tahun dengan tegas ia mengatakan ingin menjadi ahli fisika. Ia manjadi guru fisika pada umur 29 tahun di SMA Como. Ia menemukan elektrofikus; yitu alat untuk menghasilkan muatan listrik dengan jalan induksi. Alat ini terdiri atas dua plat logam; plat pertama dan plat kedua. Plat pertama tertutup oleh ebonit, plat kedua diberi tegangan yang berisolasi. Plat pertama digosok dan dimuati listrik negatif. Jika plat kedua ditaruh di atasnya, muatan listrik positif tertarik ke permukaan bagian bawah. Muatan negatif terusir ke atas. Muatan negatif lalu ditarik ke tanah. Proses ini diulang berkali-kali sampai ada muatan yang kuat pada plat kedua. Mesin pengumpul muatan ini jadi dasar kondensator atau kapasitor sampai sekarang. Volta jadi terkenal dan ia diangkat jadi guru besar di Universitas Pavia. Di sini ia membuat alat yang berhubungan dengan listrik statik. Akibatnya ia diangkat jadi angota Royal Society dan mendapat hadiah Medali Copley. Tahun 1786 Luigi Galvani, ahli fisiologi dan teman Volta, menemukan bahwa kaki katak yang dikait dengan kait tembaga, bila menyentuh besi, (kaki itu) berdenyut. Galvani menyimpulkan bahwa daging katak me-ngandung listrik. Delapan tahun kemudian (1794) Volta tahu, bahwa listrik itu berasal dari logam dan bukan dari daging katak. Timbullah perdebatan ilmiah antara pengikut Volta dan Galvani selama 6 tahun. Namun tahun 1800 Volta ber-hasil menemukan batere. Maka gugurlah teori Galvani.

Elisha Graves Otis

Otis adalah warga negara Amerika Serikat, penemu lift yang aman (1853), bajak uap (1857), tungku roti (1858), lift uap (1861), dan rem kereta api. Ia lahir di Halifex, Vermont pada tanggal 3 Agustus 1811 dan meninggal di Yonkers, New York pada tanggal 8 April 1861 (umur 50 tahun). Usia 27 tahun ia membuat gerbong kereta api dan kereta kuda di Vermont, dan umur 34 tahun ia bekerja sebagai operator toko mesin serta memimpin montir di Albany, New York dan di Bergen, New Jersey. Tahun 1852, ketika ia berumur 41 tahun, ia mendapat tugas mengawasi pem-bangunan pabrik di Yonkers, New York. Ia melihat bagaimana benda-benda besar diangkat ke atas dengan katrol. Maka timbullah dalam pemikirannya bagaimana kalau tali katrol putus saat menaikkan manusia ke atas ke tingkat yang lebih tinggi. Ia segera membuat model lift sambil memikirkan masalah tali putus itu. Beberapa bulan kemudian ia menemukan alat pengaman lift. Tahun berikutnya (1853) ia berhasil membuat lift yang aman. Artinya bila semua tali atau kawat lift putus, lift tidak akan jatuh ke tanah tetapi turun perlahan-lahan dengan nyaman.

 

Tahun berikutnya (1854) ia memamerkan penemuannya di Pameran Istana Kristal di New York. Lift itu diberi muatan penuh yang cukup berat dan Otis sendiri ada di dalamnya. Lalu lift ditarik ke atas sampai setinggi 30 meter. Kemudian Otis menyuruh semua kawat penarik itu diputuskan. Lift tidak jatuh ke tanah tapi turun perlahan-lahan dengan kecepatan yang menyenangkan. Otis sampai di tanah dalam keadaan sehat segar bugar. Empat tahun kemudian (1857) Otis diminta memasang lift di Pusat Perbelanjaan Houghwout di New York yang bertingkat lima. Lift itu digerakkan oleh mesin uap dan dapat mencapai lantai kelima hanya dalam waktu satu menit. Pada tahun 1861 ia mendapat paten untuk lift uapnya. Ia segera mendirikan pabrik lift yang pertama di dunia dan mewariskannya kepada kedua anaknya. Sejak itu lift banyak dipakai di gedung-gedung bertingkat dan pencakar langit. Lift buatan Otis tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lift itu tidak lagi digerakkan oleh tenaga uap, melainkan oleh tenaga listrik.

Ernst Werner von Siemens

Siemens adalah nama sebuah keluarga di Jerman, yang keempat anaknya jadi insinyur, penemu, dan
pengusaha industri. Keempat orang itu terkenal dengan nama Siemens Bersaudara, yaitu : 1) Ernst
Werner von Siemens, 2) Sir William Siemens, 3) Friedrich Siemens, 4) Carl Friedrich von Siemens. Mereka berempat merupakan tokoh-tokoh besar yang melopori perkembangan industri listrik dan baja. Dari keempat bersaudara itu yang terkenal adalah Werner dan William.

 

Ernst Werner von Siemens adalah insinyur, penemu, pengusaha industri, dan anggota DPR. Ia menemukan proses electroplating (1842), getah perca untuk mengisolasi kabel (1847), dinamo induksi diri (1866), pengatur diferensial untuk memproduksi benda anastatik untuk memproduksi benda cetak (1844), mesin uap regeneratif, kondensor, fotometer selenium. Ia mendirikan perusahaan Siemens dan Halske (1847) di Berlin yang berkembang pesat dan jadi perusahaan terkemuka di Eropa. Ia memasang sistem kabel telegraf (1848) dari Berlin ke Frankfurt. Ia juga memasang kabel bawah air (1850) yang menghubungkan Dover (Inggris) dan Calais (Perancis). Pada tahun 1874 cabang-cabang perusahaannya di London memasang kabel trans-atlantik. Tujuh tahun kemudian (1881) ia membangun rel kereta api listrik yang pertama di dunia di Lichterfelde, di pinggiran kota Berlin. Werner lahir di Lenthe, dekat Hannover, Jerman pada tanggal 13 Desember 1816. Sesudah tamat sekolah di Lubeck ia masuk tentara Prusia sebagai sukarelawan. Ketika itu umurnya baru 17 tahun. Di sini ia dididik jadi insinyur, namun ayahnya tidak mampu membiayai sekolahnya. Kemudian ia masuk Akademi Militer di Berlin. Pada tahun 1840 ketika ia berumur 24 tahun, ayahnya meninggal. Ia terpaksa membesarkan dan membiayai pendidikan adik-adiknya yang berjumlah 9 orang. Tahun berikutnya (1841) ia mendapat pekerjaan di bengkel arteleri di Berlin. Tak lama kemudian ia dijebloskan ke penjara karena terlibat perkelahian antara adiknya dengan adik perwira yang lain. Selama di penjara ia menggunakan waktunya untuk mengadakan eks-perimen kimia. Karena eksperimen ini, ia berhasil menemukan electroplating (1842), yaitu proses me-lapis (menyepuh) logam dengan arus listrik.

 

Beberapa bulan kemudian secara kebetulan ia melihat model awal telegraf listrik. Telegraf listrik ini ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone pada tahun 1837. Werner menyadari betapa pentingnya pesawat itu untuk komunikasi internasional. Ia segera bekerja keras untuk memperbaiki pesawat tersebut. Pihak militer segera tahu bahwa Werner sangat ahli di bidang telegraf. Maka pada tahun 1847 ia diserahi tugas memasang kabel bawah tanah. Tapi waktu itu belum ada bahan untuk mengisolasi kabel. Selama beberapa minggu ia berpikir dan bekerja keras. Akhirnya Werner-lah orang pertama di dunia yang menemukan bahwa getah perca (karet) sangat baik untuk mengisolasi kabel. Pada tahun itu juga ia mengajak Johann Georg Halske, insinyur yang masih muda untuk mendirikan bengkel telegraf. Kemudian Werner mendapat tugas mengawasi pemasangan kabel di seluruh Jerman. Tetapi dua tahun kemudian (1849) ia mengundurkan diri dari dinas militer, karena ia lebih suka jadi pengusaha di pabrik telegraf. Perusahaan Werner memasang kabel dari Eropa ke India melalui Laut Tengah.

 

 

Howard Hathaway Aiken

 

Penemu Komputer Digital

 


Apakah komputer digital yang pertama kali dibuat manusia sama dengan yang sekarang ini bisa kita gunakan? Jauh berbeda, baik bentuk, ukuran, fungsi, maupun kemampuan. Komputer yang ada saat ini jauh lebih kecil namun dengan kemampuan jauh lebih komplit dibanding yang pertama kali dibuat. Mau tahu ukurannya? Tinggi 2,4 meter, panjang 15,3 meter, berat 35 ton, membutuhkan kabel sepanjang 800 kilometer, dan 3 juta buah sambungan!

Adalah Howard Hathaway Aiken sebagai orang pertama yang menemukannya. Aiken lahir di Hoboken, New Jersey, Amerika Serikat, 9 Maret 1900. Ia pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas Wisconsin dan menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Universitas Harvard tahun 1939. Ia pernah bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat di bagian artileri (persenjataan).

Tugasnya di divisi persenjataan itu membuatnya harus memikirkan dan membuat perhitungan yang sangat teliti dan cepat akan akurasi tembakan meriam, peluncuran roket, atau membuat rencana bangunan yang rumit. Tahun 1939, dengan dibantu tiga orang insinyur lainnya yaitu Durfee, Hamilton, dan Lake, mereka mengerjakan proyek pembuatan mesin hitung elektronik yang dapat menghitung secara cermat dan cepat tentang penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Hasilnya, tahun 1944 jadilah komputer yang diberi nama Harvard Mark I yang kemudian digunakan oleh Angkatan Laut AS.

Cara mengoperasikan Mark I itu tidak semudah saat ini. Perintah dan pertanyaan disampaikan melalui pita kertas yang berlubang-lubang. Komputer akan menjawab pertanyaan itu dengan kertas berlubang juga atau langsung dengan kertas yang telah diketik dengan mesin tik listrik.

Mungkin Aiken tidak membayangkan bahwa komputer yang awalnya dia buat sebesar gudang itu saat ini menjadi sangat ringkas, bahkan bisa dimasukkan ke saku dalam bentuk PDA. Aiken meninggal di St. Louis, Missouri, Amerika Serikat, 14 Maret 1973.

 

 

Isaac Merrit Singer

Singer adalah warga negara Amerika Serikat, penemu mesin jahit (1851), pencipta sistem pembelian secara kredit, penemu mesin bor batu karang (1839) dan mesin pahat kayu dan logam. Mesin jahit buatan Singer lebih sempurna dan menguasai pasar jauh lebih luas daripada mesin jahit buatan Howe. Singer adalah pengusaha industri mesin jahit terbesar di dunia pada waktu itu. Ia lahir di Pittstown, New York Amerika Serikat dan meninggal di Torquay Devon Inggris (1875) pada umur 64 tahun. Ia berhasil mendapat 20 paten, yang 12 buah adalah paten untuk mesin jahitnya yang terus-menerus ia sempurna-kan. Mesin jahit buatan Howe hanya dapat membuat 250 setik tiap menit, tapi pada tahun 1970 mesin jahit buatan Singer dapat membuat 8000 setik jahitan tiap menit. Entah karena apa pada umur 12 tahun ia meninggalkan rumah orang tuanya dan hidup me-ngembara. Ia mencari nafkah dengan jalan mem-perbaiki mesin-mesin yang rusak. Umur 28 tahun ia mendapat paten untuk mesin bornya dan sepuluh tahun kemudian mendapat paten untuk mesin pahatnya. Bagi Singer hidup berarti memperbaiki dan membuat mesin, terutama mesin jahit. Dua tahun kemudian ia pindah ke Boston. Tahun 1851 saat ia berumur 40 tahun Singer diminta memperbaiki mesin jahit buatan Lerow dan Blodgett. Mesin jahit itu berhasil ia perbaiki. Tapi Singer tidak sekedar memperbaiki. Sambil memperbaiki ia menciptakan mesin jahit yang lebih baik mutunya dalam waktu 11 hari. Mesin jahit itu dapat menjahit lurus dan melengkung dan mampu menjahit bagian mana pun dari bahan yang dijahitnya. Mesin jahit buatan Howe hanya mampu menjahit lurus sepanjang beberapa sentimeter. Tanpa sengaja mesin jahit Singer mirip mesin jahit Howe. Howe menuntut ke pengadilan dan menuduh Singer mencuri desain Howe. Howe menang dan Singer harus membayar royalti kepada Howe. Tapi tak lama kemudian Singer mendirikan perusahaan bersama Edward Clark, Howe, dan orang lain. Nama perusahaan itu I.M. Singer & Company. Sembilan tahun kemudian (1860) perusahaan itu jadi perusahaan mesin jahit yang terbesar di dunia. Tiga tahun kemudian (1863) Singer mendirikan perusahaan lagi dengan nama Singer Manufacturing Company. Ternyata Singer bukan hanya ahli mesin jahit, namun ia juga seorang pengusaha yang gigih dan kreatif. Dengan gencar ia mempromosikan, mengiklankan, dan memasarkan produksinya. Ia adalah orang pertama di dunia yang membuang uang satu juta dolar setahun untuk mengiklankan mesin jahitnya. Ia ingin sekali agar tiap rumah mempunyai mesin jahit dengan merek Singer. Usahanya tidak sia-sia, ia berhasil mengeruk keuntungan 13 juta dolar setahun. Pada tahun itu juga (1863), ketika ia umur 52 tahun ia pensiun dan pindah ke Eropa. Ia masih sempat menikmati masa pensiun selama 12 tahun sebelum meningal di Inggris.

 

 

Leo Hendrik Baekeland (1863-1944) : Penemu Plastik Jenis Bakelit

 

SETIAP orang pasti kenal dengan bahan yang satu ini, plastik. Peralatan di dapur, di kamar mandi, di kamar kita, hampir semuanya terbuat dari plastik. Benda-benda di sekitar kita banyak sekali yang terbuat dari plastik. Bahkan, wajah seseorang dapat dibuat bagus sesuai keinginan dengan melakukan operasi plastik.

 

Plastik ada yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt. Bahannya merupakan campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan dalam alkohol, kemudian menghasilkan pastik yang dinamakan seluloid. Seluloid ini mudah terbakar. Karena sifatnya yang kurang tahan terhadap panas, dalam industri berbagai barang plastik ini digantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit.

 

Plastik yang tahan panas ini ditemukan pertama kali oleh Leo Hendrik Baekeland, seorang ahli kimia warga Amerika berkebangsaan Belgia. Baekeland lahir di Ghent, Belgia, pada tanggal 14 November 1863. Bakelit, yang penamaannya diambil dari nama Baekeland ini sebenarnya bukanlah temuan yang pertamanya karena sebelumnya ia sudah menemukan kertas foto yang dinamakan Velox.

 

Baekeland seorang pelajar yang cerdas. Ia suka ngulik, mengutak-atik, mencoba-coba segala sesuatu. Selama sekolah ia selalu menjadi juara kelas sehingga pada umur 16 tahun ia sudah tamat sekolah menengah atas (SLTA). Karena kecerdasannya pula, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Universitas Ghent. Selama tiga tahun ia kuliah dan pada umur 19 tahun ia sudah menjadi sarjana. Pada tahun 1884 atau pada saat umur 21 tahun ia telah mendapat gelar doktor dengan predikat maxima cum laude. Kemudian ia mengajar di universitas tersebut sampai tahun 1889.

 

Baekeland memiliki hobi bepergian dan memotret. Ia sering melakukan perjalanan ke luar negeri seperti ke Prancis dan Inggris. Pada tahun 1889, ia mendapat beasiswa untuk belajar di Amerika Serikat selama tiga tahun. Beasiswa yang sebenarnya untuk tiga tahun tersebut malah diputuskannya untuk menetap di Amerika Serikat sampai ia ganti kewarganegaraan.

 

Karena hobinya yang suka memotret, kemudian ia mendapat pekerjaan di perusahaan fotografi. Pada saat itu, untuk mencetak gambar negatif film pada kertas harus menggunakan sinar matahari. Baekeland berpikir akan ketidakpraktisan hal itu. Terutama jika harus mencetak pada malam hari atau saat cuaca sedang hujan dan sinar matahari tidak ada. Dalam waktu yang singkat ia berhasil menciptakan kertas foto yang dinamakan Velox. Dengan kertas ini, tanpa sinar matahari pun film dapat diproses dan sebagai pengganti sinar matahari adalah dengan menggunakan lampu. Untuk mendukung penemuannya, pada tahun 1893 ia mendirikan pabrik kertas foto yang diberi nama Nepera Chemical Company (Perusahaan Kimia Nepera). Tetapi, perusahaan tersebut tidak berumur panjang. Enam tahun kemudian ia menjual perusahaan tersebut seharga satu juta dolar kepada Eastman, penemu kamera.

 

Tahun 1905, Baekeland mulai mengadakan penelitian. Dua tahun kemudian ia “menyulap” sebuah bangunan yang tadinya berupa gudang menjadi sebuah laboratorium yang terletak di Yonkers, New York. Biaya pembangunannya menggunakan sebagian uang hasil penjualan perusahaan kimianya. Di laboratorium inilah ia mulai meneliti bahan pembentuk bakelit.

 

Baekeland mereaksikan dua jenis bahan kimia yaitu formaldehid (H2CO) yaitu sejenis bahan pengawet dan fenol (C6H5OH) yaitu sejenis bahan pembasmi kuman. Dengan hati-hati ia memanaskannya, mengontrol suhu dan tekanannya. Hasilnya, terbentuklah suatu bahan baru yang dapat dibengkokkan, dipilin, dan dibuat berbagai bentuk. Ia menamainya bakelite (bakelit). Bakelit ini merupakan kopolimer yaitu polimer hasil reaksi monomer-monomer yang lebih dari atu jenis. Polimer merupakan senyawa dengan massa molekul besar yang terbentuk dari gabungan molekul-molekul sederhana (monomer-monomer).

 

Tahun 1910 Baekeland mendirikan pabrik plastik sekaligus menjadi direktur utamanya sampai tahun 1939. Bakelit atau plastik tahan panas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat umum. Awalnya plastik digunakan untuk membuat kotak radio, kancing, bola biliar, dan beberapa jenis barang lainnya. Tetapi, berbeda dengan sekarang, di mana hampir semua barang yang kita temui terbuat dari plastik. Baekeland meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 1944 saat usia 81 tahun di Beacon, New York, AS.

 

Listrik tanpa kabel

 

Seorang ilmuwan mengaku mampu menangkap kekuatan dasar planet, lalu menyalurkan energi listrik itu untuk berbagai kepentingan. Hebatnya, distribusi itu dilakukan tanpa kabel.

 

Adalah Nikola Tesla, insinyur listrik kelahiran Smiljan – saat itu bagian dari Kerajaan Austro-Hungarian, kini Yugoslavia – pada 9 Juli 1856. Konon kejeniusan Tesla setingkat dengan Thomas Alfa Edison. Pertama kali hijrah ke New York tahun 1884, ia hanya bermodal uang 4 sen, dan kopor berisi beberapa artikel teknik yang ditulisnya di Beograd dan Paris, sebuah buku kumpulan puisi karyanya, dan beberapa kalkulasi teknis mesin terbang.

 

Namun, di kepala lelaki bermata dalam dan biji mata agak terang (padahal, biasanya keturunan Slavia bermata gelap) telah tersimpan semua detail tentang generator arus AC polyphase, yang kemudian jadi dasar instalasi pembangkit listrik tenaga air di air terjun Niagara tahun 1895, serta sebagai standar mesin industri.

 

30 hak paten dalam setahun

 

Di New York, Tesla bekerja untuk Edison. Ia merancang 24 jenis dinamo. Namun keduanya tidak pernah cocok. Maka, April 1887 Tesla mendirikan laboratorium sendiri. Dalam waktu singkat ia membuktikan, sistem arus AC (bolak-balik)-nya jauh lebih hebat dibandingkan dengan sistem DC (searah) Edison.

 

Hebatnya, kurang dari setahun ia telah mematenkan sekitar 30 karya. Malah 20 tahun berikutnya ia menelurkan penemuan di bidang teknik listrik dan radio dalam jumlah yang mencengangkan. Sayang, serangkaian kecelakaan memusnahkan banyak tulisannya. Mana mungkin ia mengingat setiap tanggal penemuannya? Namanya sebagai penemu pun sering terabaikan.

 

Untung, ada usaha untuk meluruskan. Misalnya, Tesla, bukannya Marconi, penemu sirkuit pencari gelombang yang jadi dasar radio. Pahitnya, fakta ini ditentukan Pengadilan Tinggi AS tepat di tahun kematiannya. Sebenarnya masih berjajar kemungkinan gelar lain, seperti peneliti pertama sinar katoda dan sinar X, radiasi ultraviolet dari arus berfrekuensi tinggi dan efek terapinya terhadap tubuh. Ia pula yang merancang nenek moyang tabung lampu fluorescent, serta mengembangkan alat serupa laser. Salah satu penemuan yang mengabadikan namanya adalah kumparan Tesla. Namun, karya ini saja tak mampu mencerminkan prestasi ilmiahnya yang merevolusi dunia modern. Ilmuwan masyhur Inggris Lord Kelvin berkomentar, “Kontribusi Tesla di bidang kelistrikan melampaui yang dilakukan orang lain.” [listrik1.gif (63352 bytes)]

 

Suasana tiruan pemancaran jutaan volt arus listrik di Colorado Springs dengan percikan api buatan. (Foto-foto: The Unexplained)

 

Karena kreativitasnya, tahun 1912 Tesla dinominasikan untuk hadiah Nobel di bidang ilmu fisika. Tapi ia menolak. Ia lebih merasa berhak memperoleh pada tahun 1909 atas Nobel yang dianugerahkan pada Marconi. Alasannya, pada 1898 di Madison Square Garden, New York, ia mendemonstrasikan perahu radio kontrol.

 

200 lampu menyala tanpa kabel

 

Berbeda dengan Marconi, Tesla sangat peduli dengan transmisi energi bukan cuma dalam jumlah kecil berupa sinyal radio, tapi juga energi besar listrik untuk keperluan rumah tangga dan industri. Malah tahun 1899 ia membangun stasiun pengirim tenaga listrik raksasa di Colorado Springs, di dataran tinggi Rocky. Instalasi itu serupa lumbung berukuran 60 m2. Tepat di tengah atap ada rangka menara setinggi 60 m. Di puncaknya terpasang bola tembaga berdiameter 90 cm. Di dalam bangunan ada kerangka bulat berdiameter 23 m yang dipagari lalu dililit kawat sebagai kumparan utama pemancar, kumparan kedua berdiameter 3 m menempel langsung di tiang.

 

Prinsip kerjanya serupa dengan mainan ayunan anak-anak. Dorongan ringan akan mulai menggerakkannya, dorongan yang sama di saat yang tepat, akan membuat ayunan makin tinggi. Demikian pula rangkaian dari getaran listrik, frekuensi yang diterima tepat pada kumparan utama, akan menghasilkan getaran yang akan makin besar dan hasilnya makin tinggi di kumparan kedua. Getaran di tiang dihubungkan dengan kumparan kedua Tesla akan membangkitkan gelombang radio frekuensi tinggi yang mampu berjalan jauh ke belahan lain bumi secara bolak-balik.

 

Jika kemudian dengan alat oscillation (pengubah arus DC menjadi AC) diselaraskan pada frekuensi alami arus listrik bumi, saat kembali arus akan memperkuat getaran voltase di tiang, dan mendorong keluar arus dari bumi. Hasilnya, arus yang makin besar akan keluar sebagai gelombang melalui pemancar itu. Menurut teori, seluruh planet dapat dipakai sebagai sirkuit kedua penguat arus.

 

Suasana pengoperasian alat itu diceritakan oleh John J. O’Neill dalam Prodigal Genius. Tesla melihat puncak tiang dari luar bangunan, pembantunya Czito berdiri takut-takut di dekat alat kontrol di dalamnya. Ketika Czito memencet tombol, kumparan kedua dikelilingi oleh api listrik yang melingkar, bepercikan ramai menembus ke luar bangunan, dan terdengar bunyi gemeretak keras di ketinggian jauh di atas kepala. “… Muncul bunyi gemeretak dahsyat dari kumparan yang makin lama makin keras … Bunyi itu susul-menyusul serupa rentetan senapan mesin. Letusan jauh di ketinggian di udara yang sangat keras lebih mirip gelegar meriam. Seakan terjadi perang artileri di dalam bangunan … Tiba-tiba muncul sinar biru aneh di dalam bangunan. Kumparan menyala. Setiap titik di dalam bangunan menyemburkan api. Begitu banyak lidah api yang berkobar ….”

 

Tesla terpesona. Dari bola tembaga di puncak tiang, muncul ledakan, kilat, dan lidah api sejauh 40 m. Tiba-tiba kilat itu berhenti. Tesla berlari masuk ke laboratorium, memprotes Czito karena menghentikan percobaan. Tanpa bicara Czito menunjuk tombol kontrol, power supply rusak. Percobaan itu membakar habis sistem pembangkit Perusahaan Listrik Colorado Spring. [listrik5.gif (53015 bytes)] Demonstrasi modern ide Tesla. Lampu fluorescent menyala oleh gelombang frekuensi radio dari kumparan Tesla, tanpa kabel.

 

Untungnya, generator perusahaan itu hasil rancangan Tesla, sehingga dalam seminggu bisa dioperasikan lagi. Hasil percobaan itu dijelaskan dalam karya tulisnya, “… Bila kita mengeluarkan suara lalu mendengar gema, artinya suara itu membentur dinding atau hambatan pada jarak tertentu, lalu dipantulkan kembali. Seperti suara, gelombang listrik bisa dipantulkan. Bukti kesamaan mereka adalah fenomena listrik yang dikenal sebagai gelombang tetap yaitu gelombang dengan bentuk tetap. Aku tidak mengirim getaran listrik ke arah dinding, melainkan ke arah batas bumi di kejauhan. Yang kuperoleh, gelombang listrik seimbang … dipantulkan dari jauh.”

 

Demonstrasi efek kumparan Tesla untuk instalasi raksasa di Colorado Springs itu mampu menyalakan 200 lampu pijar karya Edison pada jarak 40 km tanpa kabel!

 

Memancing arus listrik bumi

 

Setelah itu, Tesla memulai proyek yang lebih ambisius, ia sebut sistem jaringan dunia. Dengan memanfaatkan getaran listrik alamiah bumi ini akan tersedia energi listrik yang murah dan universal. Didukung dana dari pengusaha kereta api terkemuka J.P. Morgan, ia memulai konstruksi kompleks transmisi di lahan seluas 800 ha di Wardencliff, Long Island, 100 km dari New York. Rangka kayu menara menjulang setinggi 45 m. Di atasnya dipasang elektroda tembaga berdiameter 30 m serupa donat raksasa dengan tabung berdiameter 6 m. Namun, tidak ada dana untuk menyelesaikannya. Menara itu sempat berdiri selama 12 tahun, sampai akhirnya dirobohkan selama PD I demi alasan keamanan. Semua skema rancangan tidak terwujud, gagal pula proyek kota industri yang dirancang bersama rekannya, arsitek Stanford White.

 

Sejak itu Tesla berusaha lebih kreatif. Ia tak pernah miskin ide. Saat ilmuwan dan insinyur lain mencoba menerapkan ilmu pada peralatan praktis atas berbagai ide – yang dapat diklaim berasal dari ide dasarnya, Tesla malah mengembangkan teori-teori baru. Makin tua Tesla, makin renggang pula hubungannya dengan masyarakat ilmiah. Tak heran bila ia sering mengeluarkan pernyataan fanatik yang bertentangan dengan mazhab lain. Misalnya, ia tidak dapat menerima gambaran modern struktur atom yang berbeda dengannya, atau mau memahami ide memecah atom.

 

Dari percobaan dengan oscillator listrik berenergi tinggi dan gelombang sangat panjang, ia yakin, tiap benda selalu bergetar. Namun, ia melihat itu sebagai bentuk hubungan fisik sederhana antara dua benda daripada konsep canggih mekanika kuantum. Di Colorado Springs, Tesla memompa elektron keluar-masuk bumi. Ia menyebut, membangkitkan arus listrik bumi dalam gerakan getar dengan transmisi gelombang sangat panjang. [listrik4.gif (48639 bytes)]

 

Tesla dan lampu fluorescent. Tenaga frekuensi tinggi diterima lampu melalui kawat yang disembunyikan di tubuh Tesla.

 

Selain panjang gelombang, Tesla diduga menemukan prinsip laser. Tak lain karena sinar laser dihasilkan oleh oscillator yang sama seperti yang dipakai Tesla untuk menghasilkan listrik voltase tingginya. Apalagi dalam tulisan tahun 1934, Tesla bercerita tentang alat yang serupa laser. Ia menyebut, ada partikel yang bisa berdimensi besar atau mikroskopis, yang mampu mengirimkan energi berbentuk sinar atau sejenisnya ke wilayah yang sangat jauh. Ribuan PK energi dapat dikirim berupa aliran yang lebih kecil dari seutas rambut, dan mampu menembus hambatan apa pun.

 

Sebelum tahun 1960 laser nyata pertama dibuat oleh fisikawan Amerika, T.H. Maiman, yang menggunakan sebatang batu rubi sintetis untuk menghasilkan lampu merah. Caranya, memompa energi sinar dengan frekuensi sama ke dalamnya.

 

Ada beberapa aspek penting yang membedakan sinar laser dengan sinar biasa. Sinar laser terdiri dari sinar sejenis dengan panjang gelombang sama, pemancaran hanya ke satu arah, dan gelombangnya koheren. Sedangkan sinar biasa punya panjang gelombang berbeda-beda yang memancar ke berbagai arah. Karenanya, sinar laser dapat dikirim ke tempat yang jauh tanpa harus menyebar atau berkurang kekuatannya. Ini dibuktikan dengan mengirimkan sinar ke bulan yang kemudian dipantulkan ke bumi melalui reflektor yang dipasang oleh orang pertama yang mendarat di bulan. Sinar yang kembali tak menunjukkan berkurangnya kekuatan.

 

Pada ulang tahun ke-82, dalam jamuan makan malam di Hotel New Yorker, Tesla ditanya apakah dapat menghasilkan efek di bulan yang cukup besar untuk dilihat oleh astronom melalui teleskop berkekuatan tinggi.

 

Tesla mengaku, bisa mengirim sinar yang akan berpijar di bagian gelap bulan sabit. Demikian benderang sinarnya sehingga serupa bintang yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

 

Senjata sinar mematikan

 

Kemudian timbul isu, Tesla menemukan senjata sinar dengan kekuatan dan ketepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Apalagi, di akhir hidup Tesla meninggalkan isyarat yang menguatkan dugaan itu. “Penemuanku bisa menghancurkan apa pun, manusia atau mesin yang ada dalam radius 320 km.” Tapi, dalam artikel tahun 1935, ia menyanggah bila penemuannya menyebabkan perang. Ia mengaku benci perang. “Perang tidak dapat dihentikan dengan membuat pihak yang lemah menjadi kuat. Cara paling tepat, membuat tiap bangsa, kuat atau lemah, mampu mempertahankan diri. Tiap negara, besar-kecil, tak akan kalah melawan musuh. Jika senjata itu diterima, hubungan antarbangsa akan mengalami revolusi.”

 

Kecurigaan itu berekses tak menyenangkan padanya tak lama setelah ia berpulang, 7 Januari 1943, di kamar New Yorker Hotel di Manhattan. Sebelum tubuh kakunya dipindah, beberapa agen FBI masuk kamar, membuka brankas mini, dan mengambil semua dokumen yang diduga berisi detail rancangan senjata rahasia.

 

Sampai beberapa dekade ketakutan akan senjata rahasia Tesla masih menghantui beberapa kalangan. Misalnya, Mayor Jenderal George Keegan, mantan kepala intelijen AU AS, yang curiga dengan munculnya badai listrik aneh di kawasan Kanada tahun 1977 seperti yang dimuat dalam Harian Evening Standard di London. Keegan yakin, badai itu akibat percobaan senjata partikel Sovyet yang mampu meledakkan rudal balistik antarbenua – yang tengah melintas di atas lapisan atmosfer. Belum lagi kabar aneh, asisten terakhir Tesla, Arthur Matthews, diinterogasi secara intensif oleh insinyur listrik Rusia.

 

Isyarat pertama akan eksperimen senjata partikel itu muncul saat satelit data mengindikasikan kehadiran tak terduga hidrogen, dengan terlacaknya tritium (bahan bakar bom hidrogen) di lapisan atas atmosfer. Petugas rahasia menghubungkannya dengan informasi bahwa Sovyet mengadakan percobaan di Semipalatinsk, Kazakhstan. Demikian pula instalasi berkode Tora di Sary-Shagan, + 800 km dari Semipalatinsk, Sovyet, atau di Gomel dekat Minsk. Tujuannya, mengembangkan senjata yang mampu mempercepat dan memfokuskan sinar partikel atom pada sasaran tembak, misalnya rudal.

 

Partikel subatomik yang dipakai dalam senjata itu adalah proton atau elektron. Dalam teori fisika modern, zat ini dapat dipercepat dengan alat yang dikontrol oleh oscillator dari medan elektromagnet, atau energi gelombang yang dapat dipompa ke depan. Cara ini persis seperti cara kerja kumparan Tesla, atau gelombang sinar laser. Yang utama tentang senjata partikel atau laser adalah sinarnya terdiri atas energi gelombang yang dihasilkan seperti frekuensi yang sama telah menyatu dalam sifat mereka sendiri, atau menjadi emisi koheren. Gelombang tetap ini sejenis dengan yang dijelaskan Tesla dalam karya tulis tahun 1900.

 

Secara samar Sovyet menjelaskan percobaan itu dilakukan dalam saluran frekuensi tinggi. Akibatnya, muncul gangguan hebat pada beberapa stasiun radio selama tahun 1976, yang diprotes oleh beberapa negara, termasuk Inggris.

 

Selain masalah gangguan radio, ada masalah lain yang lebih penting yaitu efek penembakan yang sulit terkontrol atas senjata sinar partikel di lapisan atas atmosfer. Pada ketinggian sekitar 100 km di atas permukaan bumi terdapat lapisan ionosfer. Bagian ini terdiri atas beberapa lapisan yang sedikit sekali mengandung air. Sebagian atomnya terbongkar menjadi ion bermuatan listrik. Lapisan ini bertanggung jawab atas pemantulan gelombang panjang radio dalam mengelilingi bumi. Ia juga bagian dari atmosfer di mana muncul aurora borealis (sinar di angkasa yang muncul di wilayah kutub geomagnetik bumi di malam hari akibat tingginya aktivitas matahari, bisa tampak di Kanada, Alaska, dan Skandinavia Utara) dengan muatan listrik yang luar biasa sebagai respons atas penyinaran kosmis terus-menerus di angkasa.

 

Sinar partikel yang terfokus baik dapat menghantam lubang di ionosfer. Partikel-partikel itu dapat secara positif mengisi proton, atau sebaliknya secara negatif mengisi elektron. Keadaan ini akan mempengaruhi penyebaran ion di sekitar jejak sinar lampu, yang berakibat munculnya aurora dan gangguan radio, serupa yang terjadi di Kanada tahun 1977.

 

Tapi adakah pengaruhnya terhadap kondisi terakhir atmosfer dan iklim di bumi? Andrew Michrowski, ilmuwan di jaringan pembangkit tenaga di Kanada Timur, yakin. “Pasti Rusia melakukan percobaan berdasarkan ide Tesla, dan telah mengubah iklim dunia,” ujarnya. Lain lagi dengan Watson W. Scott, direktur operasi di Departemen Komunikasi Kanada di Ottawa, “Mungkinkah percobaan ini berkaitan dengan kekeringan hebat di Inggris tahun 1976, hawa hangat di Greenland, dan turunnya salju di Miami? Belum ada bukti yang mendukung kebenarannya.” (The Unexplained/Sht)

 

 

Michael Faraday, Sang Penemu Garis Gaya Magnet

 

SAAT ini, dinamo motor merupakan komponen penting pada kebanyakan alat-alat listrik sebagai mesin penggerak. Bahkan anak kecil pun sudah mengenal dinamo untuk mainan tamiya mereka. Dinamo merupakan salah satu hasil kreativitas Sang Penemu Sejati, Michael Faraday.

 

Michael Faraday adalah seorang ahli dalam bidang kimia dan fisika. Dia lahir pada tanggal 22 September 1791 dan wafat pada tanggal 25 Agustus 1867. Dia dikenal sebagai perintis dalam meneliti tentang listrik dan magnet, bahkan banyak dari para ilmuwan yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang peneliti terhebat sepanjang masa. Beberapa konsep yang beliau turunkan secara langsung dari percobaan, seperti garis gaya magnet telah menjadi gagasan dalam fisika modern.

 

Faraday lahir di sebuah keluarga miskin di Newington, Surrey dekat London. Faraday muda termasuk anak yang kritis namun ia hanya mengenyam sedikit pendidikan dibandingkan sekolah dasar. Walaupun demikian, itu tidak membuat dirinya minder dan berputus asa untuk terus belajar. Pada saat umurnya 14 tahun, ia magang di sebuah usaha penjilidan buku. Di sinilah ia mulai tertarik dengan ilmu fisika dan kimia. Setelah mendengar kuliah seorang dosen kimia terkenal saat itu, Humphry Davy, ia mengirimkan catatan kuliahnya kepada sang dosen. Ternyata sang dosen tertarik dan mengangkat Faraday sebagai asistennya di Laboratorium Universitas terkenal di London ,saat itu dia berusia 21 tahun.

 

Pada tahun pertama kerja di laboratorium, Faraday menemukan dua senyawa klorokarbon dan berhasil mencairkan gas klorin dan beberapa gas lainnya. Kemudian berhasil memisahkan senyawa benzena pada tahun 1825 di mana ia diangkat sebagai ketua laboratorium.

 

Pada tahun 1807, Davy yang memiliki pengaruh besar dalam pemikiran Faraday telah meramalkan bahwa logam natrium dan kalium dapat diendapkan dari senyawanya dengan bantuan arus listrik, suatu proses yang dikenal sebagai elektrolisis. Faraday dengan penuh semangat berusaha keras untuk membuktikan ramalan dosennya tersebut dan pada tahun 1834 hal tersebut menjadi kenyataan maka munculah satu hukum baru tentang listrik, yang dikenal dengan Hukum Faraday.

 

Penelitian Faraday di bidang listrik dan elektrolisis dipandu oleh kepercayaannya bahwa listrik merupakan salah satu dari kekuatan alam yang lain seperti panas, cahaya, magnet dan kecenderungan kimia. Walaupun idenya tersebut keliru, tapi hal ini membuat ia masuk ke dalam dunia elektromagnetik.

 

Pada tahun 1785, Charles Coulomb merupakan orang pertama yang menunjukkan prilaku bahwa muatan listrik saling tolak satu sama lain dan hal itu berakhir sampai tahun 1820, Hans Christian Oersted dan Andre Marie Ampere menemukan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet. Hal itu mengubah pemikiran Faraday tentang kekekalan energi dan membuat ia menjadi yakin bahwa medan magnet dapat menghasilkan arus listrik. Ia pun berhasil membuktikannya pada tahun 1831 dan menjadi ide pembuatan dinamo atau generator di mana listrik yang dihasilkan berasal dari mekanik.

 

Pemikiran dan satu percobaan fenomena elektromagnetik yang ditunjukkan Faraday mengenai konsep garis gaya dibantah oleh sebagian besar ahli fisika matematik Eropa, mereka menganggap bahwa muatan listrik saling tarik dan tolak satu sama lain dipengaruhi oleh jarak dan membuat garis gaya menjadi tidak penting. Akan tetapi seorang ahli fisika terkenal pada saat itu, James Clerk Maxwell menerima pemikiran Faraday dan mengubahnya ke bentuk persamaan matematik dan menjadi tonggak lahirnya teori medan modern.

 

Hasil kreativitas Faraday yang lain (1845) adalah tentang intensitas medan magnet yang dapat memutarkan bidang cahaya terpolarisasi dan sekarang dikenal dengan efek Faraday. Fenomena ini telah digunakan untuk menentukan struktur molekul dan memberikan informasi tentang medan magnet galaksi.

 

Faraday menggambarkan banyak penelitiannya tentang listrik dan elektromagnet dalam tiga volum berjudul Experimental Researches in Electricity (1839, 1844, dan 1855), Catatan penelitiannya dibuat tarikh dalam Experimental Researches in Chemistry and Physics (1858). Pada tahun 1855, Faraday berhenti meneliti karena masalah kesehatan tapi ia meneruskan pekerjaannya sebagai dosen sampai 1861. Pada tanggal 25 Agustus 1867, Faraday sang penemu tutup usia dengan meninggalkan semua hasil karyanya, namun seluruh jasanya baik berupa produk maupun pemikiran akan selalu dikenang oleh dunia serta menjadikannya sebagai sang penemu sejati.

 

Ringkasan Hidup dan Karya Faraday

 

  1. 22 Sept 1791 Michael Faraday dilahirkan di daerah dekat London, Inggris.
  2. 27 Okt 1813 Bersama Humphrey Davy menyelidiki teorinya tentang aktivitas vulkanik.
  3. 1821 Menggambarkan prinsip dinamo.
  4. 1821 Menemukan motor listrik pertama.
  5. 1821 Meneliti medan magnet di sekeliling konduktor.
  6. 1823 Mencairkan gas klorin.
  7. 1831 Menemukan induksi elektromagnetik.
  8. 1831 Meneliti tentang magnet bergerak menyebabkan arus listrik.
  9. 1831 Menemukan garis gaya magnet.
  10. 1831 Menemukan dinamo listrik.
  11. 1831 Menemukan transformer listrik.
  12. 1831 Membuat hukum tentang induksi.
  13. 1832 Menjelaskan hukum tentang elektrolisis dan mengambil istilah “ion” untuk partikel yang diyakini bertanggung jawab dalam membawa arus.
  14. 1833 Mengembangkan hukumnya dalam bidang elektrolisis.
  15. 1845 Meneliti rotasi cahaya terpolarisasi oleh medan magnet.
  16. 1845 Menemukan bahwa perambatan cahaya pada materia dapat dipengaruhi oleh medan magnet eksternal.
  17. 1850 Memperbaiki penelitiannya yang gagal untuk mencari hubungan antara gravitasi dan medan elektromagnetik.
  18. 25 Agust 1867 Ia meninggal di Inggris sebagai ahli kimia dan fisika yang berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan

 

Nama:
Alfred Bernhard Nobel
Lahir:
Stockholm, Swedia, 21 Oktober 1833
Prestasi:
Pendiri Hadiah Nobel
Ayah:
Immanuel Nobel

 

Alfred Bernhard Nobel

 

Penemu Dinamit, Pendiri Hadiah Nobel

 


Sebagian orang menyebutkan kedermawanan Nobel karena penyesalannya telah membuat barang yang dapat membunuh orang secara massal. Maka, untuk menebusnya, ia menyisihkan sebagian hartanya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian.

Alfred Bernhard Nobel lahir di Stockholm, Swedia, 21 Oktober 1833. Ia baru masuk sekolah pada usia 8 tahun. Baru setahun sekolah, ia ikut orangtuanya pindah ke St Petersburg, Rusia. Sang ayah, Immanuel Nobel, kemudian mendirikan pabrik torpedo dan ranjau.

Di tempat baru itu ia tidak lagi bersekolah melainkan belajar di rumah. Agar ia mendapat pengetahuan yang cukup, orangtuanya mendatangkan guru untuk mengajarnya. Pendidikan model itu ternyata cukup baik dan cocok dengan Nobel.

Pada usia 16 tahun, ia telah menguasai ilmu kimia. Ia juga mahir dalam berbagai bahasa seperti Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, dan Swedia sebagai tanah kelahirannya. Dengan kemahirannya berbahasa itu, ia mencoba menulis puisi dan mengarang novel. Sayang, tidak selesai.

Tidak puas dengan ilmu yang didapatnya, ia pergi ke Paris untuk memperdalam ilmu kimia pada usia 17 tahun. Tahun berikutnya ia berangkat ke Amerika Serikat dan sempat menetap selama empat tahun di sana. Setelah itu ia kembali ke St Petersburg dan bergabung di perusahaan milik ayahnya.

Kepulangannya ke keluarganya itu bertepatan dengan terjadinya Perang Krim (1853-1856) antara Rusia melawan Inggris, Prancis, Turki, dan Sardinia. Torpedo dan ranjau produksi perusahaan ayahnya banyak dipergunakan dalam perang itu. Namun, ketika perang usai, Rusia tidak memerlukan lagi torpedo dan ranjau. Akhirnya, pabrik mereka pun bangkrut.

Setelah kebangkrutan itu, Nobel kembali ke Swedia dan mendirikan pabrik nitro gliserin, bahan peledak cair. Tahun 1864 pabrik itu meledak dan menewaskan lima orang karyawan termasuk adik Nobel, Emil. Pemerintah Swedia melarang Nobel untuk membangun kembali pabriknya di tempat yang sama.

Kejadian itu tidak membuat Nobel putus asa dan patah semangat. Ia kembali melakukan eksperimen penaklukan nitro gliserin. Tanpa sengaja, ia melihat nitro gliserin yang cair itu menetes ke tanah yang berkapur. Perpaduan antara nitro gliserin dengan tanah berkapur itu maka lahirlah dinamit yang cukup aman. Ia pun memproduksi dinamit dan menjadi kaya raya.

Namun, seiring dengan penggunaan dinamit sebagai senjata dalam peperangan yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban, Nobel pun menyesal. Akhirnya, dalam wasiatnya menyebutkan agar sebagian hartanya disumbangkan untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan perdamaian.

 

 

Nama:
Paul Ehrlich
Lahir:
Strehlen, Silesia (Strzelin, Polandia), 14 Maret 1854
Meninggal:
Homburg, Prusia, 20 Agustus 1915

Penemuan:
Kemoterapi (ahli bakteriologi, bapak imunologi, hematologi, dan kemoterapi)

 


Kebangsaan:
Jerman (keturunan Yahudi)

Pendidikan:
Berpindah-pindah di Universitas
Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig, meraih doktor pada umur 24 tahun (1878)

Penghargaan:
Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi (1908)

 

 

Paul Ehrlich

 

Bapak Imunologi Penemu Kemoterapi

 


Ia adalah dokter Jerman, ahli bakteriologi, bapak imunologi, hematologi, dan kemoterapi. Dialah penemu cara pengobatan dengan zat kimia yang disebut kemoterapi. Ia penemu merah tripan (zat warna yang dapat membunuh tripanosoma, hewan bersel satu yang menyebabkan penyakit tidur) dan salvarsan (arsfenamina). Salvarsan dan neosalvarsan adalah obat pertama untuk penyakit sifilis.

Dokter Jerman ini lahir di Strehlen, Silesia (Strzelin, Polandia), pada tanggal 14 Maret 1854 dan meninggal pada umur 61 tahun tanggal 20 Agustus 1915 di Homburg, Prusia. Ia berasal dari keluarga kurang mampu. Orang tuanya, keturunan Yahudi, mencari nafkah dengan membuka warung.

Prestasinya di sekolah tidak menonjol bahkan tergolong rendah. Nilai rapornya rendah. Hanya nilai bahasa Latin dan matematika cukup tinggi. Bahkan sebenarnya ia tidak memenuhi syarat untuk melanjut ke perguruan tinggi. Hanya karena belas kasihan gurunya yang terpaksa mengatrol nilainya agar ia dapat diterima di perguruan tinggi. Di universitas pun prestasinya tergolong rendah. Namun ia orang yang gigih. Dengan bersusah-payah dan berpindah-pindah kuliah di Universitas Breslau, Strasbourg, Freiburg dan Leipzig, akhirnya ia berhasil meraih gelar doktor pada umur 24 tahun (1878) dengan tesis bertajuk “Sumbangan untuk Teori dan Praktek Mewarnai Jaringan”.

Namun prestasi kuliahnya yang jelek bukan karena ia bodoh. Tetapi lebih disebabkan kurangnya waktu untuk belajar. Waktunya banyak disita kege-marannya mencoba bermacam-macam zat warna untuk mewarnai jaringan tubuh yang masih hidup. Di benaknya bergelora cita-cita untuk menemukan sesuatu yang dapat membunuh bibit-bibit penyakit di dalam tubuh manusia tanpa merusak jaringan tubuh. Sebab ia berkeyakinan, bibit penyakit tertentu hanya menyerap zat warna (kimia) tertentu yang bila bibit penyakit itu menyerap zat kimia tertentu lain, bibit penyakit itu akan mati. Pengobatan dengan zat kimia yang diebut kemote-rapi inilah salah satu temuannya.

Ia seorang ilmuwan, yang mempersembahkan penemuannya untuk kepentingan umum dan kemanusiaan. Ia tidak mengaitkan penemuannya dengan uang. Maka layaklah ia dianugerahi Hadiah Nobel untuk kedokteran dan fisiologi pada tahun 1908.

 

 

Sir William Siemens

Sir William Siemens lahir di Jerman tetapi jadi warga negara Inggris (1859). Ia menemukan 113 penemuan, antara lain : meter air (1851), proses tanur terbuka (teknik pembuatan baja, 1864), tanur listrik praktis (1879), kereta api listrik (1883), pirometer dan batometer (untuk mengukur kedalaman air). Selain insinyur dan penemu, William adalah pengarang, pengusaha industri peralatan listrik, anggota Royal Society (1862) yang mendapat gelar bangsawan (1883), dan ahli pasang kabel bawah laut. Pada tahun 1863 ia mendirikan pabrik peralatan listrik di Charlton, Kent, Inggris. Tahun 1874 ia memasang kabel listrik dari Rio de Janeiro ke Montevideo. Tahun berikutnya (1875) ia memasang kabel dari Inggris ke Amerika Serikat. Ia ikut mendesain kapal tipe baru yang diberi nama Faraday. Ia juga menjabat sebagai presiden beberapa organisasi profesional, termasuk British Association for the Advancement of Science (Asosiasi untuk Kemajuan Ilmu di Inggris).

 

William lahir di Lenthe, Hannover, Jerman pada tanggal 4 April 1823 dan meninggal di London pada tanggal 19 November 1883. Mula-mula ia di-didik di rumah, kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Dagang di Lubeck, karena pamannya mem-punyai bank. Maksud orang tuanya, sesudah tamat sekolah, William akan disuruh bekerja di bank pa-mannya. Tapi Werner, kakaknya, tahu bahwa sekolah dagang tidak cocok bagi bakat William. Maka William pindah ke sekolah teknologi di Magdeburg (selama 3 tahun). Kemudian ia kuliah di Universitas Gottingen jurusan matematika, fisika, dan kimia. Ini mungkin karena kakak iparnya jadi guru besar kimia dan William mendapat biaya kuliah dari pamannya. Sesudah itu William belajar sambil bekerja di pabrik mesin di Meddeburg. Tahun 1842, ketika William berumur 19 tahun, Werner menemukan proses electroplating (proses penyepuhan logam dengan arus lis-trik). Karena selalu kekurangan uang William ber-usaha menjual proses itu kepada perusahaan-perusahaan di Hamburg. Usahanya berhasil. Tahun 1843 William pergi ke London untuk menjual proses itu. Di sini proses itu laku, lalu ia pulang ke Jerman untuk menyelesaikan studinya. Kemudian ia pindah dan menetap di Inggris. Tapi masa depannya tidak secerah yang diharapkannya. Ia sulit mendapatkan nafkah. Ia hidup serba kekurangan selama 6 tahun. Baru pada umur 28 tahun masa depannya mulai cerah karena ia menemukan meter air (1851). Meter air sangat laris dan mendatangkan keuntungan besar. Dengan uang itu ia mampu membeli kantor di London dan rumah di Kensington.

 

menjadi anggota Lembaga Insinyur Sipil (1860) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Inggris (1862).

 

Perhatian William dicurahkan sepenuhnya pada listrik dan pembakaran baja. Tiga tahun se-belumnya Friedrich, adik William menemukan ide tanur regeneratif. Ide ini dipergunakan William untuk menciptakan proses tanur terbuka. Cara kerja tanur ini adalah memanfaatkan panas yang terbuang hingga melipatgandakan panas tanur. Orang pertama yang membuat baja dengan tanur semacam ini adalah Emile Martin, warga negara Perancis. Oleh karena itu teknik pembakaran baja tersebut terkenal dengan nama proses Siemens-Martin. Sejak itu proses besemer tidak dipakai lagi untuk membuat baja. Karena prestasinya di bidang pembakaran baja, William, diangkat