Halo bapak.
evi kangen dengan bapak, dandy dan juga adam
gimana kabar mereka pak, evi pengen ketemu mereka
Kapan ya qta bisa sama2 lagi…………

Halo bapak.
evi kangen dengan bapak, dandy dan juga adam
gimana kabar mereka pak, evi pengen ketemu mereka
Kapan ya qta bisa sama2 lagi…………
Pada tahun 1949, John von Newman memaparkan makalahnya yang berjudul ”Theory and Organization of Complicated Automata”. Dalam makalahnya dibahas kemungkinan adanya program yang dapat menyebar dengan sendirinya. John von Newman adalah salah satu pencipta komputer yang menciptakan EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer).
Perkembangan virus komputer selanjutnya terjadi di AT&T Bell Laboratory. AT&T Bell Laboratory merupakan salah satu laboratorium komputer terbesar di dunia dan sudah menghasilkan banyak hal, contohnya bahasa C dan C++. Sekitar tahun 1960-an, di laboratorium ini, setiap waktu istirahat para peneliti membuat permainan dengan program yang dapat memusnahkan, memperbaiki diri, balik menyerang lawan, dan memperbanyak diri secara otomatis. Permainan ini disebut Core War, pemenangnya adalah orang yang memiliki sisa program terbanyak dalam selang waktu tertentu. Para peneliti sadar akan bahayanya program tersebut, terutama bila sampai bocor ke luar laboratorium. Karena itu, setiap selesai permainan, program tersebut selalu dimusnahkan.
Sekitar tahun 1970-an, perusahaan Xerox memperkenalkan suatu program yang digunakan untuk membantu kelancaran kerja. Struktur programnya menyerupai virus, namun tujuan program ini adalah untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin dan dapat melakukan dua tugas pada waktu yang bersamaan.
Sekitar tahun 1980-an, program “virus” dari AT&T Bell Laboratory menyebar keluar lingkungan laboratorium dan mulai beredar di masyarakat umum.
Pada tahun 1983, Fred Cohen seorang peneliti dari Ohio memperlihatkan program buatannya yang mampu menyebar secara cepat pada sejumlah komputer. Ia juga memperkenalkan virus pertama yang diprogram dalam lingkungan Unix yang dapat memberikan hak istimewa kepada setiap pengguna. Tahun berikutnya Cohen menyerahkan disertasinya ‘Computer Viruses – Theory and Experiments’ yang menyebabkan virus berkembang dengan cepat.
Pada tahun 1986 di Freie, Universitas Berlin mendeteksi adanya aktivitas virus pada sebuah komputer besar.
Sementara virus berkembang, Indonesia juga mulai terkena wabah virus. Virus komputer ini pertama menyebar di Indonesia juga pada tahun 1988. Virus yang begitu menggemparkan seluruh pemakai komputer di Indonesia, saat itu, adalah virus ©Brain yang dikenal dengan nama virus Pakistan.
Tahun 1987, virus komputer generasi kedua yaitu Cascade yang merupakan virus residen pertama muncul terenkripsi dalam file.
Pada tahun 1989 virus polimorf pertama ditemukan, virus tersebut dikenal dengan V2Px atau Washburn. Virus semacam ini dapat terus mengubah diri menjadi sebuah varian baru. Pada tahun berikutnya, virus DIR II menggunakan cara baru untuk menginfeksi program dengan menyerang entri-entri FAT.
Tahun 1991 diadakan sebuah lomba dan acara pembuatan program virus akibatnya jumlah virus baru yang ditemukan semakin banyak. Dan sampai saat ini pun virus-virus baru terus bermunculan dengan segala jenis variasinya.
Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Hi……………….
Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986, karna virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya yang menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi trend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]
Oleh : Uti Konsen
JANJI memang ringan diucapkan, namun berat untuk ditunaikan. Padahal Rasulullah SAW telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang musyrikin. Allah SWT berfirman, “Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya“ (An-Nahal : 91). “Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya“ ( Al Isra 34 ).
Dalam berbagai tradisi, pengucapan sumpah diperlukan untuk menguatkan janji yang dibuat. Walaupun tanpa dengan pengucapan sumpah, sebenarnya janji itu sendiri sudah berat dan wajib dipenuhi Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah perjanjian-perjanjian….“ (Al Maidah 1).Semenjak Allah menciptakan Adam AS dan memuliakannya dihadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan menyalala api permusuhan pada diri iblis. Terlebih lagi ketika Allah mengusirnya dari surga. Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah sehingga dia mendapat teman yang banyak di neraka nanti. Berbagai cara licik dilakukan oleh iblis. Diantaranya dengan membisikkan pada hati manusia janji-janji palsu dan angan-angan kosong.
Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya, maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusak hati. Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda munafik ada tiga. Apabila berbicara, dusta. Apabila berjanji mengingkari. Apabila dipercaya, khianat “ (HR.Muslim).
Siapapun orangnya yang masih sehat fitrahnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. Yaitu orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka menghianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut akibat-akibatnya“ (An Anfal 55 – 56). Rasulullah SAW bersabda, “Bagi setiap penghianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat “ (HR.Muslim).”Tidak ada iman bagi siapa yang tidak amanah ( memenuhi janjinya ) “. Saat menapaki sejarah, kita bisa menyaksikan, para penghianat perjanjian akan berakhir dengan kemalangan. Tentunya tidak lupa dari ingatan kita tentang nasib tiga kelompok Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir dan Bani Qainuqa yang berkhianat setelah mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah SAW yang berujung dengan kehinaan. Diantara mereka ada yang dibunuh, diusir dan ditawan.
Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan agama Islam, meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela. Abu Daud RA meriwayatkan hadis dari sahabat Abdullah bin Amir RA. Dia berkata, “Pada suatu hari ketika Rasulullah SAW duduk di tengah kami, tiba-tiba ibuku memanggilku dengan mengatakan ‘Hai, kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah SAW mengatakan kepada ibuku, ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya ?’ Ibuku menjawab, ‘Kurma‘. Lalu Rasulullah SAW bersabda, ‘Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan “ (AH.Abu Daud).
Didalam hadis di atas ada faedah bahwa apa yang biasa diucapkan oleh manusia untuk anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat-kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah diharamkan. Terkait ini, sahabat Abdullah bin Mas’ud berkata, “Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya “ (Al Adabul Mufrad)
Rasulullah SAW mengatakan bahwa, “Diantara hal-hal yang langka di akhir zaman adalah dirham (uang) yang halal dan saudara (teman) yang bisa dipercaya” (HR.Ibn Asakir dari Ibnu Umar). Pada saat sekarang, kilah Didin Hafidhuddin kecenderungan menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkannya merupakan sesuatu yang dianggap biasa. Kawan dan sahabat yang dibutuhkan dalam hidup ini adalah kawan yang memiliki sikap yang sama kepada kita, baik dalam keadaan suka maupun duka. Bila kita melakukan kebaikan, ia mendorongnya dan bila kita melakukan kesalahan ia mengoreksinya. Akan tetapi dalam realitas hidup, banyak sekali kawan yang berkhianat yang meninggalkan kita pada saat dia mendapat kedudukan dan jabatan . Segala macam janji yang pernah dilontarkannya, baik mengenai misi perjuangan, cita-cita, maupun keinginan luhur lainnya, ditinggalkan begitu saja hanya karena ingin melanggengkan kekuasaannya itu. Itulah sahabat yang berkhianat yang berdasarkan hadis diatas, kini akan banyak ditemukan. Mudah-mudahan kita semua semakin menyadari akan langkanya harta yang halal dan sahabat/teman yang bisa dipercaya sehingga kita akan semakin berhati-hati menyikapinya. Wallahualam.**
Oleh: Bambang Hudiono
PENINGKATAN kualitas pendidikan matematika merupakan hal yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berorientasi pada peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun belum ada acuan, berbagai isu mengarah pada perlunya peningkatan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Dari sebuah artikel (AGMI, 2008) diungkapkan bahwa: data UNESCO menunjukkan peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara; Berdasarkan penelitian (PISA 2001), Indonesia menempati peringkat 9 dari 41 negara pada katagori literatur matematika; Sedangkan informasi dari majelis guru besar (MGB) ITB pada 16 Januari 2008, menyatakan bahwa peringkat Indonesia berada di bawah Malaysia dan Singapura.
Pernyataan tersebut, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Selanjutnya, rendahnya peringkat prestasi matematika Indonesia dibandingkan Malaysia dan Singapura, juga ikut menjadi pembenaran bahwa masih perlunya pembenahan diberbagai komponen yang terkait dengan pembelajaran matematika. Berdasarkan data tersebut, skor yang diperoleh Indonesia (411), jauh lebih rendah dibandingkan Malaysia (508) ataupun Singapura (605). Bahkan berdasarkan data pada TIMMS (1999), skor Indonesia berada di bawah rata-rata skor Internasional (467).
Salah satu hambatan dalam peningkatkan kualitas pendidikan matematika, di antaranya adalah mitos yang telah melekat pada sebagian besar bangsa Indonesia. Matematika selama ini sering diasumsikan dengan berbagai hal yang berkonotasi negatif, dari mulai matematika sebagai ilmu yang sangat sukar, ilmu hafalan tentang rumus, berhubungan dengan kecepatan hitung, ilmu abstrak yang tidak berhubungan dengan realita, sampai pada ilmu yang membosankan, kaku, dan tidak rekreatif. Semakin lengkap pula ketika mitos-mitos ini disertai dengan sikap guru matematika yang dalam menyampaikan pelajaranya, galak, tidak menarik, bahkan cenderung menciptakan rasa takut dan tegang pada anak. Situasi semacam ini semakin menjauhkan rasa ketertarikan siswa dalam mempelajari matematika. Apa lagi jika siswa tersebut merasa dirinya memilikii kemampuan berfikir yang kurang dibandingkan teman-temannya.
Kualitas pendidikan matematika dapat ditingkatkan dengan melakukan serangkaian pembenahan persoalan yang dihadapi, di antaranya, selain kurikulum yang dapat memberikan kemampuan dan keterampilan dasar minimal, adalah penerapan strategi pembelajaran yang dapat membangkitkan sikap kreatif, demokratis dan mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan prediksi pembelajaran masa kini dan mendatang. Pembenahan yang dianggap sangat mendesak, pertama, mengubah pembelajaran dari siswa belajar pasif ke belajar aktif. Meskipun hampir semua guru menyadari bahwa dalam pembelajaran, harus melibatkan siswa secara aktif, namun pada kenyataannya sering terjadi miskonsepsi, yaitu aktif berdasarkan pisik semata. Yang seharusnya, guru merancang pembelajaran yang menantang siswa untuk lebih aktif berpartisipasi, terlibat dalam diskusi dan penjelasan ide-ide, membuat dan memecahkan masalah secara kolaborasi untuk sampai pada pemahaman materi yang dipelajari.
Kedua, mengubah pembelajaran dari pandangan transmisi menjadi pandangan koneksi. Metode mengajar tradisional, disebut sebagai pendekatan transmisi, karena menekankan pada pemberian penjelasan yang diakhiri dengan mengecek ataupun mengoreksi kesalahan-kesalahan siswa. Sedangkan pandangan koneksi menekankan koneksi berbagai ide-ide matematika. Terdapat tiga perbedaan pandangan mendasar dalam pembelajaran. Pertama, yang semula memandang matematika hanya sebagai pengetahuan dan prosedur yang harus diajarkan, menjadi suatu keterkaitan ide-ide dan proses melakukan penalaran. Kedua, belajar yang semula dipandang sebagai aktivitas individu untuk menguasai prosedur melalui penjelasan guru, menjadi aktivitas berkolaborasi untuk memperoleh pemahaman dengan usaha sendiri. Ketiga, mengajar yang semula berupa penyampaian kurikulum secara terstruktur, menjelaskan materi, dan mengoreksi kekliruan siswa, menjadi menggali pengetahuan melalui dialog, menyajikan permasalahan tanpa diawali dengan penjelasan atau contoh, dan ketidakpahaman siswa dijadikan titik awal untuk pembenaran pengetahuan yang perlu dipahami siswa.
Pembenahan selanjutnya yang dianggap mendesak adalah tersedianya guru yang profesional dalam artian mau mengembangkan diri dan luwes dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perkembangan jaman. Di masa depan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran marupakan salah satu isu penting. Masuknya teknologi dalam pendidikan, berpengaruh pada berbagai aspek pembelajaran matematika, di antaranya: matematika seperti apa yang harus diajarkan; bagaimana matematika diajarkan dan dipelajari siswa; dan bagaimana penilaian dalam pembelajaran matematika. Seperti diungkap oleh National Center for Education Statistics (NCES, 1999), pemanfaatan komputer dalam pembelajaran matematika di kelas, meloncat tajam. Prosentasi pengguna internet di sekolah menengah atas terjadi loncatan dari 49% ditahun 1994 menjadi 94% ditahun 1998. Namun demikian penggunaan komputer oleh guru dalam pembelajaran tidak banyak mengalami peningkatan.
Dalam mengantisipasi situasi yang demikian, guru masa depan hendaknya merupakan perancang, inovator, motivator, memiliki kemampuan pribadi yang memadai dan sekaligus sebagai pengembang. Sedangkan untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dukungan pemerintah dalam bentuk pembenahan dibeberapa unsur, seperti: perekrutan guru matematika yang memenuhi standar kompetensi, melatih guru matematika yang tidak sesuai keahliannya, penyelenggaraan penyegaran untuk selalu memperbaharui pengetahuan guru, dan menerapkan penghargaan dan sangsi yang tegas kepada para guru.
Dalam pembelajaran matematika, meskipun saat ini berkembang berbagai model ataupun pendekatan pembelajaran, namun tidak menjamin dapat menciptakan pembelajaran yang efektif. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung bagaimana guru tersebut mengelola pembelajarannya. Namun demikian terdapat beberapa prinsip yang dapat dicoba diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang baik, di antaranya : dapat membangun pengetahuan siswa, mampu mengungkap dan mendiskusikan miskonsepsi yang terjadi di kalangan siswa, mampu menciptakan dan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang efektif, terbiasa dengan menciptakan lingkungan belajar dalam bentuk pemanfaatan kelompok-kelompok kecil, memiliki kesadaran untuk lebih mengutamakan proses daripada hasil akhir, memiliki kemampuan untuk mengelola pembelajaran melalui keterkaitan berbagai ide, dan memiliki kemampuan untuk memanfaatkan berbagai media seperti komputer dan internet untuk memaksimalkan pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.**
*) Penulis adalah Guru Besar FKIP UNTAN
sumber:Pontianak Post
1. NABI MUHAMMAD (570 M – 632 M) (Profile >> International)
Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi. Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.
2. ISAAC NEWTON (1642-1727) (Profile >> International)
3. NABI ISA (6 SM – 30 M) (Profile >> International)
4. BUDDHA (563 SM – 483 SM) (Profile >> International)
5. KONG HU-CU (551 SM – 479 SM) (Profile >> International)
6. ST. PAUL (4 M – 64 M) (Profile >> International)
7. TSAI LUN (± 105) (Profile >> International)
Penemu bahan kertas Ts’ai Lun besar kemungkinan sebuah nama yang asing kedengaran di kuping pembaca. Menimbang betapa penting penemuannya, amatlah mengherankan orang-orang Barat meremehkannya begitu saja. Tidak sedikit ensiklopedia besar tak mencantumkan namanya barang sepatah pun. Ini sungguh keterlaluan. Ditilik dari sudut arti penting kegunaan kertas amat langkanya Ts’ai Lun disebut-sebut bisa menimbulkan sangkaan jangan-jangan Ts’ai Lun sebuah figur tak menentu dan tidak bisa dipercaya ada atau tidaknya. Tetapi, penyelidikan seksama membuktikan dengan mutlak jelas bahwa Ts’ai Lun itu benar-benar ada dan bukan sejenis jin dalam dongeng
8. JOHANN GUTENBERG (1400-1468) (Profile >> International)
Lazim Johann Gutenberg dianggap penemu mesin cetak. Apa yang sebetulnya dia lakukan adalah mengembangkan metode pertama penggunaan huruf cetak yang bergerak dan mesin cetak dalam bentuk begitu rupa sehingga pelbagai macam materi tulisan dapat dicetak dengan cepat dan tepat
9. CHRISTOPHER COLUMBUS (1451-1506) (Profile >> International)
10. ALBERT EINSTEIN (1879-1955) (Profile >> International)
11. KARL MARX (1818 – 1883) (Profile >> International)
Buatlah tampilan mata seperti pada gambar dan letakkan pada layer eyelip.
Buat sebuah symbol berbentuk bulat
Buatlah sebuah symbol invisible button
Pada instance bulat beri nama board
Klik pada instance invisible button yang telah dimasukkan dalam scene
Invisible Button
1. on (keyPress “<Left>”) {
2. board._x = board._x -10;
3. }
4. on (keyPress “<Right>”) {
5. board._x = board._x +10;
6. }
Invisible Button (sambungan)
7. on (keyPress “<Up>”) {
8. board._y = board._y -10;
9. }
10. on (keyPress “<Down>”) {
11. board._y = board._y +10;
12. }
Ctrl+Enter untuk Publish dan Preview
. Pengertian Bahasa
n Menurut Gorys Keraf
Bahasa adaalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
n Menurut KBBI
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri.
Aspek Bahasa
n Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat arbitrer, yang dapaat diperkuat dengan gerak-gerik badaniah nyata.
n Bahasa mencakup 2 bidang:
n Vokal yang dihasilkan oleh alat ucap manusia
n Arti atau makna yaitu hubungan antara rangkaian bunyi vokal dengan barang atau haal yang diwaakilinya.
Benarkah Bahasa Mempengaruhi Perilaku Manusia?
n Bahasa dan Realita
Fodor (1974) mengatakan bahwa bahasa adalah sistem simbol dan tanda.
Sistem simbol: hubungan simbol dengan makna yang bersifat konvensional.
Sistem tanda: hubungan tanda dan makna bukan konvensional tetapi ditentukan oleh ciri tertentu yang dimiliki benda atau situasi yang dimaksud.
Bolinger (1981):
Makna adalah hubungan antara realita dan bahasa. Sementara realita mencakup segala sesuatu yang berada di luar bahasa. Realita itu mungkin terwujud dalam bentuk abstraksi bahasa, karena tidak ada bahasa tanpa makna. Sementara makna adalah hasil hubungan bahasa dan realita.
n Bahasa dan Perilaku
Komunikasi bisa terjadi jika proses decoding dan encoding berjalan dengan baik. Kedua proses ini dapat berjalan baik jika baik encoder maupun decoder sama-sama memiliki pengetahuan dunia dan pengetahuan bahasa yang sama (Omaggio, 1986).
Pengetahuan dunia identik dengan pengetahuan realita
Pemerolehan pengetahuan dunia (realita) atau proses penghubung bahasa dan realita pada prinsipnya sama, yakni manusia memperoleh representasi mental realita melalui pengalaman yang langsung atau melalui pemberitahuan orang lain.
n Bahasa Indonesia yang benar
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yakni peraturan bahasa. 4 hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1. tata bahasa
2. pilihan kata (diksi)
3. tanda baca
4. ejaan
n Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa. Kaidah ini meliputi aspek:
n Tata bunyi (fonologi)
n Tata bahasa (kata dan kalimat)
n Kosa kata (termasuk istilah)
n Ejaan
n Makna
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA
n Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Fungsinya:
1. lambang kebanggaan kebangsaan
2. lambang identitas nasional
3. alat yang memungkinkan terjadinya penyatuan berbagai-bagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan bangsa
4. alat penghubung antardaerah dan antarbudaya
n Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Fungsinya:
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak yang lazim disingkat “STMIK Pontianak”,didirikan dan
diselenggarakan oleh Yayasan Harapan Bersama.
Pada awalnya maksud dan tujuan Yayasan Harapan Bersama yang dibentuk berdasarkan Akta Notaris Theresia Yustina
Ariany,SH. Nomor 35 tanggal 17 April 1985 itu, adalah untuk menyelenggarakan pendidikan non formal, berupa kursus-kursus
dan pendidikan keahlian lainnya. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya timbul gagasan dari para pendiri Yayasan untuk
menyelenggarakan pendidikan formal, yaitu dengan mendirikan suatu perguruan tinggi swasta di Kalimantan Barat ini. Ide
menyelenggarakan pendidikan yang sifatnya formal tersebut tertuang dalam Akta Notaris Tommy Tjoa Keng Liet,SH.
Nomor 123 tanggal 13 September 1990.
Dalam upaya Yayasan Harapan Bersama untuk mewujudkan hal tersebut diatas, maka jauh sebelum dibentuknya Yayasan,
yaitu dalam tahun 1979, para pengambil inisiatif sebagai perintis jalan, telah bekerja keras, antara lain mempelajari
kemungkinan-kemungkinan untuk itu, mendengarkan pendapat dan saran, mengadakan penjajakan dan pendekatan serta
meminta petunjuk kepada pejabat atau pihak-pihak yang berkompeten di Daerah dan di Pusat Departemen DIKBUD.
Akhirnya oleh Yayasan Harapan Bersama didirikanlah Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Pontianak, lazim
disingkat dengan “AMIK Pontianak” , yang berdasarkan keputusan MENDIKBUD Nomor 0413/O/1991 tanggal 3 Juli 1991,
diberikan status terdaftar untuk jurusan Manajemen Informatika.
Selanjutnya mengingatkan perkembangan teknologi inforasi yang begitu pesat, sedangkan pada waktu ini kebutuhan akan
tenaga informatika dan komputer di Kalimantan Barat masih terasa kurang, maka untuk mengatasi keadaan ini, terlebih dalam
memasuki era globalisasi yang akan datang, maka oleh para pendiri Yayasan diupayakan untuk meningkatkan bentuk
perguruan tinggi dari “Akademi” menjadi “Sekolah Tinggi”, dengan perkataan lain, “AMIK Pontianak” ditingkat kan
bentuknya menjadi “STMIK Pontianak”.
Keinginan dan upaya para pendiri Yayasan ini menjadi kenyataan, yaitu dengan diterbitkannya Keputusan MENDIKBUD
Nomor 07/D/O/1994 tanggal 3 Februari 1994 yang se lain mentapkan perubahan bentuk dari AMIK Pontianak menjadi STMIK
Pontianak, juga menetapkan pemberian Status Terdaftar bagi jurusan pada STMIK Pontianak ini, yaitu jurusan Manajemen
informatika dan jurusan Teknik informatika masing-masing untuk jenjang D III dan S 1.
Sampai dengan waktu ini STMIK Pontianak menyelenggarakan jurusan Manajemen Informatika untuk jenjang D III dan S 1,
sedangkan jurusan Teknik Informatika untuk jenjang S 1.